• ucapan selamat untuk bu tri
  • Ucapan Bela Sungkawa Untuk KH. Maimoen Zubair
  • iatA
  • iat1
  • akred
  • assesmen
  • Seminar Tafsir

Berita

 

Jum’at - Minggu, 29 November - 1 Desember 2019. Sebanyak 78 Mahasiswa jurusan IAT IAIN Pekalongan mengikuti  KKL di Jakarta dan Bogor. Kegiatan ini diadakan guna mendukung kompetensi lulusan IAT. Kompetensi utama lulusan mahasiswa Jurusan Ilmu Al- Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Pekalongan, yaitu menjadi sarjana (ulama) yang menguasai ilmu-ilmu dasar ke-Islaman dalam bidang Al- Qur’an dan Tafsir baik teori maupun praktik, secara integral dan mampu mengkomunikasikan dan menerapkannya dalam kehidupan modern melalui penguasaan penerapan metodologi ilmu-ilmu modern. Untuk memiliki kompetensi tersebut, mahasiswa sebagai calon sarjana (ulama) harus meningkatkan kualitas dirinya secara  terus  menerus melalui usaha pendidikan dan pelatihan, serta menggali pengalaman yang diperoleh dari berbagai lembaga pendidikan yang telah menunjukan keunggulan dalam mengembangkan profesi sarjana (ulama). Untuk itu, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Pekalongan memilih Yayasan Raudhatul Makfufin Jakarta dan Lembaga Askar Kauny Bogor sebagai tempat KKL.

Di Yayasan Raudhatul Makfufin Jakarta dan Lembaga Askar Kauny Bogor ini mahasiswa di perkenalkan tentang metode pembelajaran al-Qur’an dan metode tahfidz al-Qur’an yang dikembangakan di Indonesia untuk penyandang tunanetra, dan metode quantum memory. Selain itu mahasiswa di perkenalkan bagaimana  proses percetakan al-Qur’an Braille, penggunaan dan teknik-teknik tahfidz al-Qur’an yang baik

Wajah Sumringah Mahasiswa IAT Saat Mengikuti Yudisium

Wajah Sumringah Mahasiswa IAT Saat Mengikuti Yudisium

Wajah sumringah tanda riang gembira tampak pada calon wisudawan Fakultas ushuluddin adab dan dakwah iain Pekalongan khususnya mahasiswa  jurusan IAT (ilmu al-Qur’an dan tafsir). Setelah dibacakan surat keputusan dekan oleh kepala bagian FUAD  Edi Zubaidi,M.Ap mereka seperti bebas dari tugas berat yang selama ini membelenggu.

Prosesi yudisium ini berlangsung di hotel Dafam Pekalongan dan diikuti oleh 92 mahasiswa dari lima jurusan, 18 mahasiswa diantaranya dari jurursan ilmu al-Qur,an dan tafsir (IAT). Dalam sambutannya Dekan FUAD Dr. Imam Khanafi, M.Ag mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih kepada wali mahasiswa yang mempercayakan putra-putrinya meniti ilmu di FUAD Pekalongan ini, dan senantiasa membuka pintu  silaturrahmi yang selebar-lebarnya untuk mahasiswa FUAD IAIN Pekalongan. Selain itu beliau berpesan agar alumni FUAD senantiasa mengedepankan adab dari pada ilmu.

Hadir dalam yudisium ini Prof.Dr. Syahabuddin, M.Ag Kepala bidang pendidikan, penelitian dan penyuluhan kementrian sosial RI yang menyampaiakan orasi ilmiahnya, dikatakan bahwasanya “alumni IAIN Jangan pernah pesimis setelah lulus dan wisuda, peluang besar bagi alumni IAIN untuk mengisi dan turut andil dalam kehidupan  sosial, imbuhnya”.

Rasa syukur dan bahagia disampaikan oleh Deni Prasetya mahasiswa  jurusan IAT sebagai wisudawan terbaik saat menyampaikan sambutannya mewakili wisudawan. Deni menyelesaikan studinya selama 4,5 tahun dengan indeks kumulatif 3.84, dan mengusung “ scientific exegesis of qashash al-Qur’an surah an-naml: 38-40 in tafsir al-sya’rawi” sebagai skripsinya.

Selanjutnya seluruh mahasiswa akan mengikuti prosesi wisuda pada tanggal 7 Desember di Syahid International Convention Centre. Dan wisuda akan diikuti oleh semua mahasiswa dari seluruh fakultas yang ada di IAIN Pekalongan.

 

 

14 Oktober 2019 Jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IAT) bekerjasama dengan jurusan Ilmu Hadist (ILHA) mengadakan seminar nasional yang berjudul “ penyimpangan pemahaman al-Qur’an dan Hadist untuk dalil Radikalisme. Hadir sebagai narasumber Dr. Jajang A. Rohmana.M.Ag dari UIN Sunan Gunung djati Bandung, serta Rifqi Muhammad Fathi, M.A ketua program studi Ilmu Hadist Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Acara di gelar di auditorium kampus 1 IAIN Pekalongan dan diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas dilingkungan IAIN. Dalam paparannya Rifqi Muhammad Fathi menyebutkan beberapa hal yang menyebabkan pemahaman radikal diantaranya: merasa superior dengan klaim kesempurnaan dan keunggulan islam, ekslusif, romantisme masa lalu, serta pemahaman yang literal terhadap nash. Selain itu di paparkan pula refensi-referensi hadist yang dipakai oleh kelompok-kelompok radikal dan dipahami secara literal. Dengan seminar ini diharapkan akan adanya kehati-hatian dari seluruh mahasiswa dan civitas akademika dalam memahami teks al-Qur’an dan hadist sehingga menutup celah masuknya paham radikalisme.

Galeri Video

No data displayed on the module. Please check some parameters in the module settings again!
We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree